Tuesday, October 4, 2011

Rawat Gigi Kabel Spidometer, Perhatikan Pelumasannya



Selain cek laher roda, gigi nanas pemutar kabel spidometer di as roda juga mesti dirawat. Part bermaterial plastik atau besi itu kerap berputar cepat dan bergesek. Jika minim pelumas, akibatnya jarum penunjuk enggak presisi.

Servis gigi nanas sangat mudah. Sebab peranti ini dapat dengan mudah terlihat bila as roda dicopot dari tabung sok.

Nah, jika tampak kering dan tidak ada pelumasan, segera kasih gemuk atau cream pelumas yang tahan panas.

Tapi, kalau banyak kotoran, sebaiknya dicuci dahulu agar tidak timbul abrasi.    

Sumber : motorplus-online.com

Bersihkan Rantai Motor, Cuci Pakai Sabun



Rantai roda vital di motor, harus dijaga kebersihan dari pasir, debu dan air agar dapat berfungsi baik. Jika diabaikan cepat aus, kendur bahkan bisa putus di jalan.

Agar awet, harus dibersihkan juga dilumasi. Namun sebelum memberikan pelumas pada rantai, sebaiknya periksa kondisi rantai itu. Jika kotor, ada baiknya bersihkan rantai lebih dulu.

"Untuk membersihkan rantai, baiknya pakai air sabun dibantu sikat. Cara ini terbilang lebih aman meskipun temponya cukup lama apalagi debunya campur oli," ucap Surtiwa alias Iwa, instruktur sekolah mekanik HMTC Depok, Jl. Raya Tole Iskandar No. 9A, Depok.

Jika kotoran sulit terangkat, atasi dengan bensin atau solar. Contohnya saat membersihkan rantai motor bebek. Seluruh bagian hingga ke celah rantai harus dibersihkan, sekaligus permukaan gir depan maupun belakang. Kalau sudah bersih, diuci air sabun dan dibilas air bersih. Tapi, jangan biarkan terlalu lama dan segera keringkan menggunakan lap kain untuk mencegah karat.

Lanjut semprotkan pelumas secukupnya secara merata. Pakainya oli baru yang punya kekentalan atau SAE 60W dan jangan gunakan gemuk. Karena sifat gemuk yang lengket membuat pasir dan debu mudah menempel hingga menyebabkan abrasif.

Selain kebersihan rantai, periksa dan sesuaikan ketegangan rantai agar tidak memberikan efek entakan saat motor berakselerasi maupun deselerasi. "Rantai kendur juga menimbuklkan suara berisik," lanjut bapak asli Sumedang ini.

Perhatikan juga jenis rantainya motor. Jika memiliki sistem pelumasan tertutup yang tiap mata rantai terdapat sil karet, tidak dianjurkan menggunakan bensin saat pembersihan. Karena merusak karet-karet sil.



Sumber : motorplus-online.com

Motor Injeksi Honda Susi Haram Test Busi



 Bisa terbakar karena tetap menyemburkan bensin
Masih ingat omongan Wedijanto Widarso, saat peluncuran perdana Honda Supra X 125 PGM-Fi alias Honda Susi (Supra Injeksi). Khusus untuk bebek injeksi satu ini, saat servis nggak boleh tes api busi di dekat lubang busi.

Loh, kenapa bisa begitu? Padahal kan tes api busi biasa dilakukan banyak orang saat servis lebih sering dekat ke lubang busi. Sebab selain penampangnya lebih lebar, posisi saat tes busi juga jauh lebih mudah lantaran mengikuti kontur kabel busi.

Ada alasan tersendiri kenapa tes busi motor injeksi nggak boleh dekat lubang busi. “Karena bensin dari tangki tetap akan disemprotkan injeksi saat kunci motor ‘ON’ dan kick atau elektrik starter diaktifkan untuk melihat bunga api bagus atau tidak. Hal itu justru dapat memicu terjadinya kebakaran lantaran gas bakar keluar dari lubang busi,” ucap bapak yang menjabat sebagai Technical Service Division Head dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Beda halnya dengan motor pakai karburator. Saat lakukan tes busi, gas bakar yang masuk belum tentu deras. Nah, biar aman mending motor injeksi segera ganti busi jika memang sudah waktunya harus ganti. Toh hasilnya pasti akan jauh lebih bagus.  

Sumber : motorplus-online.com

Bikin Cover Kipas Suzuki Spin Mudah Cari Top



Cover kipas Suzuki Spin 125 atau tepatnya bagian baut tengah  pengikat kipas, tertutup rapat dengan kisi-kisi pelastik. Bagi mekanik ini menyulitkan atau jadi kurang praktis saat memutar kipas untuk setel klep atau mencari tanda top.

“Beberapa baut cover penutup kipas harus di buka terlebih dahulu, baru kipas bisa diputar dengan kunci. Ini yang bikin enggak praktis, berbeda dengan konstruksi di Yamaha Mio. Bagian tengah cover plastik ada lubang yang agak besar sejajar dengan buat pengunci kipas,” jelas Aris dari bengkel BJ Speed.

Biar proses mencari tanda top di Spin 125 bisa lebih praktis, bagian tengah cover yang menutupi baut pengikat kipas bisa dibuka.

 “Caranya gampang kok! Tinggal potong aja bagian cover plastik ini dengan bantuan tang potong,” lanjut Aris yang buka bengkel di bilangan di kawasan Krukut, Limo, Cinere.   

Sumber : motorplus-online.com

Problem Sliding Sheave Akibat Enggak Semua Asli



 Ganti pin guide harus semua agar aman
Gara-gara salah pasang satu pin guide di secondary fixed sheave, akselarasi Yamaha Mio tersendat dan bersuara kasar. Problem ini dialami matik Yamaha milik Handoko dari Jl. Moh. Khafi II, Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Waktu itu habis ganti secondary sliding sheave lantaran lubang alur pin guide sobek. Bahkan pin guide hilang entah karena terkikis atau terlepas. Makanya harus ganti baru,” ucap pria berkantor di Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan.

Namun masalah timbul lantaran Handoko pasang satu pin guide enggak asli. Padahal, ketiga pin guide yang pasang di secondary fixed sheave harusnya semua asli. Selain dimensi, kualitasnya yang ditawarakan pun pasti lebih baik.

 “Sudah diperingatkan mekanik waktu itu. Jika salah satu pin beda, dalam waktu singkat pasti timbul gejala tersendat. Eh, benar,” kenang bapak 2 anak yang mengaku waktu itu stok pin guide di toko lagi habis.

Diakui Handoko, analisis mekanik ada benarnya. Dimensi diameter pin guide asli dan imitasi sangat mungkin berbeda. Sehingga saat pasang di secondary fixed sheave, pin guide imitasi agak renggang, membuat alurnya tidak presisi saat bergerak di secondary sliding sheave.

“Perbedaan dapat dilihat dari fisiknya selain harga yang ditawarkan. Yang asli abu-abu dan enggak hitam. Bahkan produk asli dijual dalam kemasan khusus dijual harga Rp 15 ribuan/item,” lanjut Handoko. Sedangkan yang imitasi sekitar Rp 25 ribuan, itupun bisa dapat 5 item dalam satu wadah. Pantes...

Sumber : motorplus-online.com

Utilitas Perawatan Musim Kemarau (Bag.2)



 Isi ulang air bila takaran di bawah batas
Yuk lanjut membahas trik ringan yang bisa dilakukan untuk mensiasati hadirnya musim kemarau panjang tahun ini. Pada artikel sebelumnya sudah disinggung cara membersihkan bodi dan keharusan melumasi rantai di musim kemarau. Apalagi ya yang harus dilakukan? Simak terus ya...

Pantau Tabung Reservoir


Selain cek oli, komponen pendingin air atau radiator yang menggunakan cairan di dalamnya pun tidak boleh luput dari pantauan. Sebab panas matahari yang begitu terik sangat mungkin memicu berkurangnya volume air yang ada di radiator. Maka tidak ada salahnya jika lebih sering memeriksanya.

Untuk pemeriksaan, tidak perlu harus menguras air di dalamnya. "Sebagai langkah awal, cek dulu tabung reservoir atau tabung pengisi ulang yang terdapat di luar radiator. Biasanya sih ada dekat tutup radiator," imbuh Koh An.

Jika volumenya ada di bawah ambang batas minimum, segera ditambahkan. Jangan lupa isi air radiator yang tepat dan selalu cek lampu indikator yang tampak di panel spidometer. Okay.., Bro!


 Buat motor standa cukup setel sekrup
Seting dan Servis Karbu
Hujan yang masih jarang datang enggak cuma bikin pepohonan kering. Debu di daerah minus pepohonan pun sangat mudah terangkat dan bertebaran kemana-mana. Belum lagi jika suhu sekitar meningkat drastis.

Performa mesin juga wajib dijaga dengan cara melakukan servis dan seting ulang karburator, yang temponya bisa lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan. Seperti contoh filter karbu yang sering dialiri udara sekitar. Lalu buat motor harian yang berada di daerah bersuhu tinggi macam di pinggiran pantai, bisa juga melakukan seting sekrup udara.

“Caranya ditutup 1 putaran balik dari standar (2½ atau ¼), agar bensin masuk lebih kaya atau basah,” papar Nurfaizin alias Nur, mekanik Sahabat Motor di Jl. Giring-Giring, Blok. R/31, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tapi, kalau mesin sudah dimodifikasi dan memang suka atau biasa diajak ngebut-ngebutan, setel sekrup udara tidak cukup. Kata Nur, ukuran pilot-jet dan main-jet mesti disesuaikan agar mesin nggak gampang overheat akibat kepanasan.

 Cairan seperti ini akan gampang menguap
Cek Kondisi Oli

Panas yang begitu terik juga akan membuat segala macam cairan lebih gampang atau cepat menguap. Sudah seharusnya perhatian lebih juga diberikan pada cairan lain yang ada di motor kita.     

Dimulai dari oli dulu ya. "Pada motor 4-tak penguapan oli sudah merupakan hal yang lumrah alias biasa. Tapi, dengan panas yang begitu dahsyat seperti sekarang ini, proses penguapan bisa jadi akan lebih cepat lagi," yakin Ko An, mekanik senior yang mangkal di bilangan Ciledug, Tangerang.

Karena itu mekanik ramah ini menganjurkan untuk lebih sering ngecek kondisi oli. Kondisi sekarang jangan berpatokan lagi pada masa ganti oli atau jarak tempuh yang katanya sampai 5.000 km. Sebaiknya lebih cepat.    

Sumber : motorplus-online.com

Asal Bunyi Nguuuuk Di Tangki Ninja 250R, Bukan Hantu!



Biang keladinya katup di tutup tangki
Saat sedang sendiri malam hari, Merryana dikejutkan oleh suara  aneh yang masih berasal dari dalam rumahnya. Nguuuuk..nguuuuk… Dikira suara hantu, dia pun ketakutan.

“Dia lapor ke saya. Katanya di dalam rumah ada suara aneh,” cerita Iwan Widjadja, suami Merryana yang juga anggota Ninja Tangerang Organization atau beken dengan sebutan Nitro. 

“Penasaran akan suara apa itu, langsung terjawab begitu ditunggu!” kisah Iwan yang tinggal di Regency Tangerang. Saat itu ia juga memarkir Ninja kesayangannya di dalam rumah. Taunya, mekanisme tutup tangki Ninja memang agak beda dengan motor konvensional. Pada Ninja sudah dilengkapi lubang kecil untuk melepas uap di dalam tangki.

“Di Ninja, lubang nafas tidak melalui slang, agar bensin tidak menguap. Jadi, jika bensin di tangki sudah hampir kosong dan banyak terisi udara, ia berusaha mencari celah keluar,” jelas Iwan yang rambutnya dicat, tapi tidak dicutting sticker.

Terutama malam hari saat cuaca dingin dan bensin mengkerut. Akhirnya terjadi kevakuman di ruang tangki. Berusaha menyedot udara dari luar dan timbul bunyi nguuuukkkkk.

“Nah, di Ninja tutup tangki itu dilengkapi dengan pegas. Jika tekanan dari dalam tangki sedikit berkurang, pegas akan merenggang dan udara terbebas masuk ke dalam,” tambah Iwan yang sedang modifikasi Ninja streetfighter.

Masuknya udara lewat pegas itu tadi yang menimbulkan suara mengagetkan istri Iwan. Untuk Ninja yang sudah lama dan sealnya lemah, udara akan keluar melalui celah itu dan tidak akan terjadi bunyi. Pastinya Merryana tidak bakal takut lagi. Terlebih setelah mendengarkan penjelasan suaminya.

 Ini dia kalo dibongkar susunan katup
KOMENTAR PABRIKAN

Memang benar seperti dikatakan Iwan itu! Tapi, biar makin lengkap, apa yang dikatakan Iwan juga kudu didukung keterangan dari pihak PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

“Untuk mencegah kevakuman terjadi, setiap tangki memiliki saluran buang. Fungsinya, untuk mengalirkan tekanan atau kevakuman udara yang ada di dalam tangki,” ungkap Aris Sudiaji dari Service Departmen KMI.

Kevakuman ini paling potensial tercipta ketika bensin di tangki mulai menipis. Sehingga, tercipta ruang kosong yang lebih besar. Ketika itu, gas akan mengisi ruang kosong sehingga menimbulkan kevakuman jika tidak ada lubang buang.

Dalam hal ini, Ninja 250R memiliki saluran buang atau saluran pernafasan di tutup tangki. “Ketika tekanan sudah mencapai batas maksimal, maka tekanan itu akan tersalurkan melalui lubang yang ada di tutup tangki,” sebut Aris yang ramah.

Proses ini ditujukan untuk menyamakan tekanan udara dari luar dengan udara yang ada di dalam tangki. Sehingga, bensin akan lancar mengalir ke karburator ketika mesin hidup.

"Tekanan udara di dalam tangki sudah diatur. Jika tekanan itu melebihi batas maksimumnya, maka secara otomatis valve juga akan membuka. Suaranya jadi seperti orang bersiul atau mendesis,” timpal Reiner M. Sitorus, Senior Manager Technical Service Divison KMI.

Menurut pria ramah berkacamata itu,  pembuangan tekanan ini merupakan keharusan untuk standar safety. Apalagi dilengkapi klep, jadi lebih aman lagi.    

Sumber : motorplus-online.com

Adsense